Alamat
Jl. Ali bin Abi Thalib No.18, RT.005/RW.004, Karyamulya, Kec. Kesambi, Kota Cirebon, Jawa Barat 4513

Hal Hal Yang Termasuk Dalam Bahaya Syirik

Bissmillah

Dalam beribadah kepada Allah, kita sebagai manusia dilarang melakukan hal-hal yang dapat menyekutukan Allah, ya itu adalah termasuk dari pengertian dari syirik, dan Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa di bawah syirik, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.” (QS. An Nisa’: 48).

Dan disini kita akan menjelaskan secara ringkas apa itu syirik.

Pengertian Syirik

Syirik menurut bahasa berasal dari kata شرك yang memiliki arti kongsi, saham, andil, kerjasama. Sedangkan syirik menurut istilah adalah mengitikadkan sesuatu selain Allah Swt sebagai perubah takdir dan pengatur alam. Syirik adalah menyekutukan Allah Swt dalam rububiyah-Nya, uluhiyah-Nya, asma’ (nama-nama) maupun sifat-Nya. Jika seorang hamba meyakini bahwa ada tuhan selain Allah Swt yang berhak untuk disembah, meyakini ada sang pencipta atau penolong selain Allah Swt, maka ia telah musyrik.

Laa ilaha illallah mewajibkan seorang muslim untuk beribadah hanya kepada Allah Subhanahu wata’ala saja, bernazar hanya untukNya, berdoa hanya kepadaNya, berkurban untukNya, takut hanya kepadaNya, berharap hanya dariNya, bertawakal hanya kepadaNya, hidup dan matinya hanya bagi Allah Subhanahu wata’ala.

Bahaya Syirik

Bila tauhid laa ilaaha illallah memiliki keutamaan yang pasti dirindukan oleh setiap muslim, maka bahaya dan keburukan syirik adalah sesuatu yang semestinya paling dibenci, ditakuti, dan dihindari. Diantara bahaya dan keburukan syirik ialah,

  1. Penyebab kehinaan manusia.

Hal Tersebut disebabkan adanya penyembahan kepada selain Allah Ta’ala yaitu kepada makhluk yang seperti dirinya, tidak dapat memberikan manfaat atau mendatangkan madhrat.

Dijadikannya makhluk tersebut sebagai sesuatu yang disembah dan ditaati, padahal dia tidak lebih sebagai makhluk seperti dirinya yang tidak memiliki kekuatan sedikitpun, Apakah layak manusia berakal dan dimuliakan yang melakukan hal seperti itu? Adakah kehinaan yang lebih besar dari itu?

  1. Menjadi pintu bagi berkembangnya khurofat.

Manakala seseorang berkeyakinan bahwa mansia dapat mendatangkan manfaat dan madharat kepada makhluk lainnya, maka akan berkembanglah khurofat, dongeng dan tahayyul yang tidak sesuai dengan logika dan perasaan manusia.

  1. Kedzaliman yang paling besar

Allah Ta’ala berfirman:

وَالْكٰفِرُوْنَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ

“…Dan orang-orang kafir itulah orang yang zalim” (QS. Al-Baqarah Ayat 254)

Kedzaliman manalagi yang lebih besar dari seseorang yang Allah ciptakan dia kemudian diberinya dia rizki, namun orang tersebut justru menyembah dan bersyukur kepada selain-Nya,

Syirik juga merupakan kedzaliman terhadap jiwa, karena hal tersebut menghalangi dirinya untuk merasakan kesenangan dan kenikmatan Tauhid dalam kehidupannya. Bahkan dia menggiringnya kepada azab yang tidak kuasa ditanggungnya.

  1. Sumber ketakutan.

Pelaku kesyirikan tidak memiliki rasa percaya dan tawakkal kepada Allah ta’ala Dia terombang ambing dalam perasaan dan khurofat serta tahayyul. Takut dari segala sesuatu, takut dari kehidupannya, dari rizkinya, atas segala sesuatu dan dari segala sesuatu. Hidupnya menjadi sangat sengsara.

  1. Melemahkan potensi manusia.

Syirik menjadikan seseorang bergantung kepada selain Allah Ta’ala, yang (menurutnya) dapat memberikan syafaat dan perantara, sebagaimana keyakinan kaum Nasrani  terhadap Isa bin Maryam Orang tersebut menjach tidak bergantung kepada dirinya setelah bergantung kepada Allah ta’ala, sehingga potensi dan kemampuannya banyak yang tidak dimanfaatkan.

  1. Masuk neraka.

Syirik merupakan sebab paling utama masuknya seseorang kedalam neraka.

Firman Allah Ta’ala:

اِنَّهٗ مَنْ يُّشْرِكْ بِاللّٰهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللّٰهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوٰىهُ النَّارُ ۗوَمَا لِلظّٰلِمِيْنَ مِنْ اَنْصَارٍ

“Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah menharamkan kepadanya surga. Dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang dzalim itu seorang penolongpun” (QS. Al-Ma’idah Ayat 72)

 

Refrensi :

Indonesia communiti care canter, serial dasar-dasar islam, menjaga akidah, beribadah sesuai fiqih, dan berhias dengan akhlaq, terbitan markaz inayah Halaman 21.

Dr.Muhammad Bin Abdurrahman Al-Khumayyis, Pandangan Ulama Bermazhab Syafi’I Tentang Syirik, Terjemahan : Abdullah Haidir, Hal 10

https://sc.syekhnurjati.ac.id/esscamp/risetmhs/BAB114113450011.pdf, Hal 14

Bagikan Artikel Ini
Pondok
Pondok

Mencetak generasi pejuang media dakwah islam

Articles: 43

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *