Alamat
Jl. Ali bin Abi Thalib No.18, RT.005/RW.004, Karyamulya, Kec. Kesambi, Kota Cirebon, Jawa Barat 4513

Menjadi seorang wartawan adalah sebuah pekerjaan yang harus melakukan analisis sebuah kejadian, agar bisa dibuat sebuah berita, sebelum melakukannya ada beberapa hal yang harus dibekali untuk menjadi seorang wartawan :
- Naluri berita
Wartawan harus memiliki indera keenam untuk mengetahui mana berita mana yang bukan. Tetapi ada pula yang harus belajar dan mengembangkannya. Ya ini berhubungan dengan sikap skeptik, karena dengan sikap ini wartawan dapat mempertajam indra keenamnya.
- Observasi
Bakat pengamatan atau observasi ini memungkinkan wartawan melihat perbedaan, menemukan nuansa. Mencium pertentangan antara berita yang biasa saja dengan berita yang baik.
- Keingintahuan
Tanpa rasa ingin tahu, karier seorang wartawan akan punah. Karena keintahuan adalah senjata bagi seorang wartawan, dan harus selalu di asah. Keingintahuan menghasilkan kreatifitas dan, kreatifitas melahirkan imajinasi, ketekunan, semangat hingga penilaian yang baik.
- Mengenal Berita
Seorang wartawan harus mengenal berita seperti yang digariskan oleh surat kabarnya. Ini berarti wartawan harus mempelajari falsafah dan sejarah surat kabar di mana dia bekerja.
- Menangani Berita
Wartawan harus tahu prosedurdan perlengkapan yang perlu untuk mendapatkan dan menyajikan berita terbaik. Ia harus tahu mencari fakta . urutan kepentingan, dan di mana mendapatkannya.
- Menangani Berita
Wartawan harus mampu mengekspresikan dirinya, baik dalam tulisan maupun kata-kata. Penguasaan bahasa sangat penting bagi wartawan. Seeorang tokoh pernah berkata “Antara penulis dan pembaca hanya ada bahasa. Bila pengacara tidak tahu tentang hukum, dokter tidak tahu tentang obat, koki tidak tahu tentang masakan, semua akan kehilangan pekerjaannya. Hal ini tidak boleh terjadi pada wartawan dan editor karena konsekuensinya akan besar sekali bagi medianya. Ungkapan yang buruk merupakan sumber kekesalan bagi pembaca. Dan, bila untuk hal-hal yang kecil seperti tanda baca, ejaan, nama, alamat saja sudah salah, bagaimana pula untuk hal-hal yang lebih besar. Akhirnya masyarakat pernbaca akan meninggalkan kita.”
- Kepribadian yang luwes
Karena sering melibatkan kontak pribadi maka wartawan harus memiliki kepribadian yang menyenangkan. Wartawan harus pandai bergaul dengan semua orang dan menyesuaikan diri dengan keadaan. Kita ingat pepatah yang mengatakan: “masuk kandang kambing mengembik, masuk kandang kerbau menguak”. Sebagai manusia biasa, memang wartawan terkadang terjebak pada prasangka pribadi (personal bias).
- Pendekatan yang sesuai
Wartawan harus mengembangkan beragam kernampuan untuk berhubungan dengan berbagai lapisan dalam masyatakat, baik horizontal maupun vertikal. la harus bisa berhadapan dengan orang-orang kasar maupun sopan, dengan gelandangan maupun pejabat tinggi.
- Kecepatan
Wartawan harus marnpu bekerja efisien pada kecepatan tinggi, yang tidak ambruk atau patah semangat di bawah berbagai macam tekanan, antara lain tekanan waktu. Carl Lindstrom, editor Hardford Tirnes berkata, jam di ruang redaksi adalah penguasa kita semua. Wartawan menjadi abdi dari jarum jam yang sela:u bergegas menuju deadline. Tidak pernah ada waktu bagi wartawan untuk melakukan tugas sebaik seperti yang diinginkan.
- Kecerdikan
Wartawan yang berhasil adalah mereka yang dikaruniai dan bisa memanfaatkan kecerdikannya. Ia harus selalu benisaha keras Inendapatkan gagasan-gagasan orisinal dalam mengumpulkan berita, terutama dalam reportase investigasi.
- Teguh pada janji
Wartawan harus hati-hati membuat janji, terutama dengan sumber berita. Ingkar janji akan mengancam kelanjutan hubungan dengan narasumber
- Daya ingat yang tajam
Ada orang yang dilahirkan dengan bakat daya ingat yang kuat tetapi ada yang memperbolehnya dengan latihan. Namun, alat yang terbaik bagi wartawan adalah buku catatan.
- Buku Catatan
Buku catatan sangat penting bagi seorang wartawan. Namun adakalanua buku catatan ini menjadi hambatan dalam suatu wawancara.
- Berkas catatan / refrensi
Berkas-berkas di perpustakaan mengenai guntingan berita dan refrensi lainnya adalah alat yang penting dalam menyiapkan tugas dan mendapatkan latar belakang sebelum menulis berita.
- Kamus
Seorang wartawan harus mempunyai kamus berbagai bahasa. Hal ini penting untuk perbendaharaan kata dan mengetahui makna dan tulisan yang tepat dari suatu kata. Hati-hati dalam menulis kata-kata asing. Buka kamus dan teliti ejaannya.
- Surat kabar/majalah/internet/tv/radio
Wartawan, selain meliput peristiwa, harus membaca surat kabar, baik surat kabar sendiri maupun surat kabar lain terutama yang mcnjadi saingannya. Bacalah juga berbagai majalah. Jangan lupa mendengarkan radio dan menonton tclevisi atau membuka internet untuk mendapatkan petunjuk berita, perbedaan pandangan dan pengetahuan mengenai peristiwa yang sedang terjadi.
- Perbaikan demi kemajuan
Wartawan harus selalu berusaha memperbaiki diri walaupun ia telah berpengalaman. Salah satu cara adalah mengembangkan kcbiasaan atau kesenangan untuk membaca reading habit. Wartawan mesti banyak membaca.
Sumber : Buku Jurnalisme Dasar; Seri Jurnalistik Kompas




