Alamat
Jl. Ali bin Abi Thalib No.18, RT.005/RW.004, Karyamulya, Kec. Kesambi, Kota Cirebon, Jawa Barat 4513

Membimbing Anak Menerapkan Adab Kepada Masyarakat

Santri Jurnalistik – Ustadz Wira Bachrun mengisi kajian pagi di studio Radio Kita TV dengan judul “Membimbing Anak Menerapkan Adab Kepada Masyarakat”. pada Senin (29/11/21).

 

Permasalahan adab ini mendapatkan perhatian serius oleh Nabi Muhammad beliau tidak membiar anak-anak untuk melakukan sesuatu yang menyelisihi adab-adab Islam.

 

Seperti dalam hadits Umar bin Abi Salamah, suatu ketika masih kecil Umar bin Abi Salamah ikut makan bersama

Nabi  صلى الله عليه وسلم , ketika itu Nabi صلى الله عليه وسلم melihat sesuatu yang kurang baik dari Umar bin Abi Salamah, ketika dihidangkan makanan tangan nya Umar bin Abi Salamah kesana kemari mengambil makanan, kemudian Nabi صلى الله عليه وسلم menegur dan memberikan arahan kepada Umar: wahai anak kecil apabila engkau makan maka bacalah Bismillah dulu, makanlah dengan takanan, dan ambillah yang dekat dulu.

 

Anak-anak itu bagaikan pohon yang tumbuh besar di dalam rumah. Apa bila pohon itu tidak diatur dan ditata yang bagus maka dia akan tumbuh besar dan merusak rumah nya atau mengotorinya. Sama seperti dengan anak-anak, jika dari sejak kecil tidak di ajarkan akhlak yang baik, dia akan berkembang dengan sendiri nya tanpa aturan dan tidak punya adab.

 

Bagaimana membimbing anak-anak menerapkan adab yang baik ditengah-tengah masyarakat?

 

  1. Kita hidup bermasyarakat. Tugas orang tua adalah mengajak anaknya untuk bermasyarakat selama itu tidak menyelisihi syariat. Seperti kerja bakti dan acara-acara sosial lainnya.
  2. Ajarkan kepada anak-anak untuk menebarkan salam dengan menampakkan wajah yang ceria baik itu kepada yang lebih tua maupun yang lebih muda. Nabi صلى اللهعليه وسلم  bersabda: “Tidaklah kalian masuk syurga hingga kalian beriman, dan tidaklah kalian beriman sampai kalian saling mencintai. Kemudian Nabi صلى الله عليه وسلم mengatakan, perbuatan yang akan membuat diantara kalian saling mencinta, yaitu menebarkan salam diantara kalian”.

 

Al Hasan Al Bashri meringkas dari inti sari dari akhlak yang mulia. (1)suka menolong orang lain (2) tidak mengganggu orang lain yang ada disekitar nya (3)wajah yang berseri-seri atau wajah yang ceria ketika bertemu orang lain.

 

  1. Hendaknya anak-anak diajari untuk menghormati orang-orang yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda. Nabi صلى اللهعليه وسلم  berkata: “Bukanlah golonganku orang yang tidak menghormati orang-orang yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda”.
  2. Mengajarkan hak tetangga. Nabi صلى اللهعليه وسلم  berkata: “Barangsiapa yang beriman kepada Alloh dan hari akhir maka hendaknya dia memuliakan tetangganya.”
  3. Menjaga lisan nya. Jangan sampai anak-anak kita menyakiti orang lain atau berkata kotor dan tidak meninggikan suaranya ketika berbicara. Nabi صلى اللهعليه وسلم  bersabda: “Barang siapa yang beriman kepada Alloh dan hari Akhir maka hendaknya dia menjaga lisannya.”
  4. Menjaga sikap ketika berkunjung kerumah orang lain.
  5. Hendaknya orang tua yang pertama kali menjadi contoh yang baik. Terkadang perilaku yang buruk itu datang dari orang tua nya sendiri. Karena anak-anak adalah peniru ulung, jika orang tuanya memberikan contoh yang baik maka anak-anaknya akan mengikuti nya. Dan jika ada kesalahan nya pada anak nya akan lebih mudah untuk meluruskannya.

 

Dan kesimpulan dari kajian ini adalah. Dalam mendidik anak-anak perlunya keteladanan karena anak-anak kita adalah peniru ulung yang apabila kita bisa memberi contoh yang baik dihadapan anak kita maka kita akan mudah untuk mendidik anak kita.

Bagikan Artikel Ini
Pondok
Pondok

Mencetak generasi pejuang media dakwah islam

Articles: 43

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *