Alamat
Jl. Ali bin Abi Thalib No.18, RT.005/RW.004, Karyamulya, Kec. Kesambi, Kota Cirebon, Jawa Barat 4513

Apa itu Jurnalistik?

Apa Itu Jurnalistik?

Jurnalistik adalah kegiatan menghimpun berita, mencari fakta, dan melaporkan peristiwa. Jurnalis memiliki sebutan lain, seperti wartawan, pemburu berita, pewarta, reporter, newsgetter, press man, kuli tinta, atau nyamuk pers. Hakikatnya, jurnalis adalah orang yang melakukan pekerjaan kewartawanan dan atau tugas-tugas jurnalistik secara rutin.

Di Indonesia, istilah “jurnalistik” dulu dikenal dengan “publisistik”. Dua istilah tersebut mulanya kerap saling tertukar, hanya berbeda asalnya saja. Beberapa kampus di Indonesia sempat menggunakannya karena berkiblat kepada Eropa. Seiring waktu, istilah jurnalistik muncul dari Amerika Serikat dan menggantikan istilah publisistik. Publisistik juga digunakan untuk membahas Ilmu Komunikasi.

Seorang jurnalis/wartawan sering kali menjadi saksi dalam setiap peristiwa yang memiliki nilai-nilai berita. Tak jarang mereka harus berinteraksi dengan sumber yang kadang kala melibatkan konfidensialitas. Para jurnalis ini umumnya bekerja pada sebuah industri yang disebut media. Secara makna, media mengandung arti sebagai wadah penyalur antara pihak pertama dan ketiga. Dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, media berarti jembatan antara pemerintah dan rakyatnya. Oleh sebab itu, setiap pelaku media harus memiliki independensi dan memihak hanya pada kebenaran berdasarkan fakta.

Skeptis

Skeptis merupakan sikap yang selalu mempertanyakan segala sesuatu, meragukan apa yang diterima, dan mewaspadai segala kepastian agar tidak mudah ditipu. Dan inti dari sikap ini adalah keragua. Keraguan membuat orang akan bertanya, mencari, sampai, mendapatkan kebenaran. Sebaliknya inti sikap ini adalah ketidakpercayaan.

Bertindak

Bertindak, action, adalah corak kerja seorang wartawan. Karna seorang wartawan tidak pernah menunggu sampai sebuah peristiwa itu muncul, tetapi ia akan mencari dan mengamati dengan ketajaman naluri seorang wartawan.

Berubah

Dalam pengertian yang luas, jurnalisme itu mendorong terjadinya sebuah perubahan. Perubahan memang merupukan hukum utama jurnalisme. hingga di abad ke-21 ini memang membawa perubahan besar dalam jurnalisme, dan untuk bertahan hidup, orang-orang yang bergerak di bidang pemberitaan, mulai merumuskan kembali keempat elemen pemberitaan, yaitu:

  • Wartawan mulai mengubah diri mereka.
  • Wartawan mulai mengubah bentuk dan sifat dari pesan mereka.
  • Wartawan mengubah media mereka ke multiimedia.
  • Audience/Pendengar.

Anthony Thornton seorang editor http://www.nme.com. Mengatakan, “Sekarang wartawan perlu menjadi seorang penulis, sub-editor, perancang, juru kamera, editor, teknisi, dan penyiar radio untuk melaksanakan jurnalisme on-line dengan efektif”.

Seni dan Profesi

Jurnalisme adalah seni dan profesi dengan tanggung jawab profesional, yang mensyaratkan wartawannya melihat dengan mata yang segar pada setiap peristiwa untuk menangkap aspek-aspek yang unik,

Jurnalisme bukan hanya sekedar menulis saja, anda belajar tentang “Apa sesungguhnya mencari itu dan apa sebenarnya bertanya mengenai hal-hal pelik dengan kegigihan”.

Peran Pers

Pers memainkan berbagai peranan dalam masyarakat. Ada beberapa peran yang umum di jalankan pers, diantaranya sebagai pelapor(informer), sebagai interpreter yang memberikan penafsiran atau arti pada suatu peristiwa, sebagai wakil dari publik (representative of the public). Hal ini benar bagi politikus, yang menganggap laporan atau berita mengenai reaksi masyarakat adalah barometer terbaik bagi berhasilnya suatu kebijaksanaan, lalu pers juga berperan sebagai pengkritik terhadap pemerintah, dan pers juga berperan sebagai pembuat kebijaksanaan dan advokasi.

Sumber : Wikipedia

Bagikan Artikel Ini
Pondok
Pondok

Mencetak generasi pejuang media dakwah islam

Articles: 43

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *