Alamat
Jl. Ali bin Abi Thalib No.18, RT.005/RW.004, Karyamulya, Kec. Kesambi, Kota Cirebon, Jawa Barat 4513

Keutamaan Sahabat Nabi Yang Tidak Dimiliki Oleh Manusia Lain

Sebagai orang yang dipilih Allah tentulah para sahabat Nabi memiliki banyak keutamaan yang tidak dimiliki manusia lainnya. Hal itu adalah karunia Allah yang diberikan kepada siapa saja yang di kehendaki-Nya.

Berikut beberapa keutamaan sahabat Nabi yang tidak dimiliki manusia lain yaitu:

1. Sahabat Nabi adalah generasi yang paling baik.

Nabi ﷺbersabda :
خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ
“Sebaik-baik manusia adalah orang-orang yang hidup pada zamanku (generasiku), kemudian orang-orang setelah mereka, kemudian orang-orang setelah mereka. (H.R. Bukhari Muslim)

2. Sahabat Nabi adalah orang-orang yang paling tinggi ilmunya.

Merekalah yang paling paham perkataan dan perilaku Nabi. Mereka adalah yang paling paham tentang al-Qur’an, karena mereka menguasai seluk beluk basaha al-Qur’an dan sunnah serta menyaksikan langsung prose turunya wahyu tersebut. Sehingga mereka mengetahui waktu, tempat, konteks, dan sebab turunya ayat-ayat al-Qur’an. Mereka juga melihat, mendengar dan menyaksikan perilaku Rasulullah ﷺsecara langsung, sehingga mereka benar-benar memahami apa yang diinginkan oleh Allah dan RasulNya ﷺ.

Imam Syafii didalam kitab Manaqib al-Syafi’I menyatakan “Mereka (Sahabat Nabi) telah membawa sunnah-sunnah Rasulullah ﷺ kepada kita. Mereka menyaksikan Rasulullah saat wahyu turun kepadanya, sehingga mereka mengetahui apa yang diinginkan oleh beliau; baik yang bersifat umum maupun khusus, yang berupa penegasan ataupun pengarahan”.Ibid

3. Sahabat Nabi adalah orang-orang yang diridai Allah ﷻ.

Sebagaimana firman Allah yang artinya :
Sungguh, Allah telah meridai orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu (Muhammad) di bawah pohon, Dia mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu Dia memberikan ketenangan atas mereka dan memberi balasan dengan kemenangan yang dekat (waktunya).” [QS. Al-Fath: 18].

Kemudian Firman Allah dalam Qur’an Surat Al-Bayyinah ayat 8 yang artinya : “Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga ‘Adn yang mengalir dibawahnya sungai-sungai, mereka kekal didalamnya selama-lamanya. Allah rida terhadap mereka dan mereka pun rida kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhanya.

4. Sahabat Nabi adalah orang-orang yang mendapat rekomendasi untuk diikuti.

Sebagaimana sabda nabi dalam hadits Arbain yang artinya “Saya berwasiat kepadamu agar tetap bertaqwa kepada Allah ﷻ, mendengar dan taat (kepada pimpinan), walaupun yang memerintahmu itu adalah seorang hamba sahaya. Maka sesungguhnya orang yang masih hidup niscaya bakal menyaksikan banyak perselisihan. Karena itu berpegang teguhlah kepada sunnahku dan sunnah Khulafaur Rasyidin yang lurus. Gigitlah ia denga gigi gerahammu (berpegang-teguhlah). Jauhi bid’ah (hal-hal yang diada-adakan dalam urusan agama) karena sesungguhnya diantara setiap bid’ah itu sesat.” [Terjemah Hadits Arba’in Nawawiyah, Aliyah Yasmin Press hal. 68).

Ibnu Mas’ud berkata dalam kitab Jaami’ Bayaanil ‘Ilmi “Barangsiapa diantara kamu ingin mengambil keteladanan, maka hendaknya ia mengambil keteladanan dari para sahabat Nabi Muhammad ﷺ, sebab mereka adalah orang-orang yang hatinya baik, ilmunya mendalam, sedikit takalluf (memaksakan diri melebihi batas kemampuannya), memiliki petunjuk yang lurus serta baik keadaannya. Mereka adalah satu kaum yang Allah pilih untuk dijadikan sahabat Nabi-Nya. Maka dari itu ketahuilah keutamaan mereka dan ikutilah jejak-jejak mereka, sebab mereka berada diatas petunjuk yang lurus”. [Terjemah Syarhu Ushulus Sunnah hal. 36]

5. Sahabat Nabi adalah orang-orang yang mendapat jaminan surga.

Sebagimana firman Allah dalam surat At-Taubah ayat 88-89,

 

{لَكِنِ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ جَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ وَأُولَئِكَ لَهُمُ الْخَيْرَاتُ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ (88) أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ (89) }

Tetapi Rasul dan orang-orang yang beriman bersama dia, mereka berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan mereka itulah orang-orang yang memperoleh kebaikan; dan mereka itulah (pula) orang-orang yang beruntung. Allah telah menyediakan bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.

Rasulullah ﷺ juga bersabda, dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abdurrahman bin ‘Auf

أَبُو بَكْرٍ فِى الْجَنَّةِ وَعُمَرُ فِى الْجَنَّةِ وَعُثْمَانُ فِى الْجَنَّةِ وَعَلِىٌّ فِى الْجَنَّةِ وَطَلْحَةُ فِى الْجَنَّةِ وَالزُّبَيْرُ فِى الْجَنَّةِ وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَوْفٍ فِى الْجَنَّةِ وَسَعْدٌ فِى الْجَنَّةِ وَسَعِيدٌ فِى الْجَنَّةِ وَأَبُو عُبَيْدَةَ بْنُ الْجَرَّاحِ فِى الْجَنَّةِ“

“Abu Bakar di surga, ‘Umar di surga, ‘Utsman di surga, ‘Ali di surga, Thalhah di surga, Az-Zubair di surga, ‘Abdurrahman bin ‘Auf di surga, Sa’ad (bin Abi Waqqash) di surga, Sa’id (bin Zaid) di surga, Abu ‘Ubaidah bin Al-Jarrah di surga.” (HR. Tirmidzi, no. 3747 dan Ahmad, 1:193. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini sahih).

Bagikan Artikel Ini
Pondok
Pondok

Mencetak generasi pejuang media dakwah islam

Articles: 43

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *