Alamat
Jl. Ali bin Abi Thalib No.18, RT.005/RW.004, Karyamulya, Kec. Kesambi, Kota Cirebon, Jawa Barat 4513

Pembagian macam-macam Tauhid

Pertama-tama, apa yang di maksud dengan tauhid?

Makna tauhid dalam bahasa arab merupakan bentuk masdar dari fi’il “wahhada-yuwahhidu” yang artinya, menjadikan segala sesuatu itu satu.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin berkata: “Makna tauhid ini tidak tepat kecuali diikuti dengan penafian. Yaitu menafikan segala sesuatu selain sesuatu yang kita jadikan satu saja, kemudian baru menetapkannya” (Syarh Tsalatsatil Ushul, 39).

Secara istilah syar’i, makna tauhid adalah menjadikan Allah sebagai satu-satunya sesembahan yang benar dengan segala kekhususannya (Syarh Tsalatsatil Ushul, 39).

Dalam hal ini, kita dapat mengetahui bahwa ada sesembahan-sesembahan yang lain seperti patung, orang-orang shalih, para nabi, atau makhluk Allah yang lainnya. Akan tetapi, kita tetap diperintahkan untuk beribadah hanya kepada Allah semata.

Dalil adanya tuhan selain Allah :

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِ إِنَّنِي بَرَاءٌ مِمَّا تَعْبُدُونَ

Yang artinya : “Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya: “Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu sembah”.(QS. Az-Zukhruf: 26)

Setelah mengetahui makna dari kata tauhid, kita akan melanjutkan pembahasan kita kedalam pembagian tauhid menjadi tiga.

Menurut para ulama-ulama dari zaman dahulu hingga sekarang, mereka menyimpulkan bahwa tauhid dibagi menjadi tiga: Tauhid Rububiyah, Tauhid Uluhiyah dan Tauhid Al Asma Was Shifat.

– Tauhid Rububiyyah

Yang dimaksud dari Tauhid Rububiyyah yaitu adalah mengtauhidkan Allah dalam hal-hal atau kegiatan-kegiatan yang hanya bisa dilakukan oleh Allah semata, dan menegaskan bahwa Allah adalah raja dan pencipta semua makhluk di alam semesta ini.(Al Jadiid Syarh Kitab Tauhid, 17)

Meyakini rububiyyah yaitu dengan meyakini kekuasaan Allah dalam menciptakan dan mengatur seluruh alam semeseta ini. Misalnya dengan meyakini bahwa Allah yang menciptakan seluruh umat manusia.

– Tauhid Uluhiyyah

Tauhid Uluhiyyah adalah mentauhidkan Allah dalam segala bentuk peribadahan baik yang zhahir maupun batin (Al Jadiid Syarh Kitab Tauhid, 17).

Dalilnya dalam Al-Quran:

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

Yang artinya : “Hanya Engkaulah yang Kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah Kami meminta pertolongan” (QS. Al Fatihah: 5).

Meyakini uluhiyah yakni dengan melaksanakan apa-apa yang dicintai oleh Allah k seperti melaksanakan salat, puasa, zakat, sedekah, menyembelih. Termasuk juga berdoa, cinta, bertawakkal, dan lain-lain.

Maka seorang yang bertauhid uluhiyah hanya meyerahkan semua ibadah ini kepada Allah semata, dan tidak kepada yang lain. Sedangkan orang kafir jahiliyyah selain beribadah kepada Allah mereka juga memohon, berdoa, beristighotsah kepada selain Allah. Dan inilah yang diperangi Rasulullah, ini juga inti dari ajaran para Nabi dan Rasul seluruhnya, mendakwahkan tauhid uluhiyyah.

– Tauhid Al Asma’ was Sifat

Sedangkan Tauhid Al Asma’ was Sifat adalah mentauhidkan Allah Ta’ala dalam penetapan nama dan sifat Allah, yaitu sesuai dengan yang Ia tetapkan bagi diri-Nya dalam Al Qur’an dan Hadits Rasulullah n. (Al Jadiid Syarh Kitab Tauhid, 17).

Cara bertauhid asma wa sifat Allah ialah dengan menetapkan nama dan sifat Allah sesuai yang Allah tetapkan bagi diriNya dan menafikan nama dan sifat yang Allah nafikan dari diri-Nya (Lihat Syarh Tsalatsatil Ushul).

Allah berfirman yang artinya:

وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا

Yang artinya: “Hanya milik Allah nama-nama yang husna, maka memohonlah kepada-Nya dengan menyebut nama-nama-Nya” (QS. Al A’raf: 180)

Mengapa kita perlu dan wajib mempelajari tauhid?

Banyak sekali orang yang mengaku dirinya itu islam atau muslim, tetapi jika kita tanya kepada mereka apa itu makna dari kata tauhid, atau bagaimana tauhid yang benar, maka hanya sedikit yang bisa menjawabnya.

Maka sangat penting dan urgen bagi kita sebagai umat muslim untuk mempelajari apa itu tauhid dan bagaimana kita mengamalkannya.

– Kesimpulan

Tauhid merupakan pegangan kita sebagai seorang muslim dan sangat penting sekali untuk dipelajari dan diamalkan. Tauhid dibagi menjadi tiga bagian : Tauhid Rububiyah, Tauhid Uluhiyah, dan Tauhid Asma wa Sifat. Tauhid Rububiyah yaitu mengesakan Allah dengan perbuatan-perbuatan-Nya. Tauhid Uluhiyah yaitu mengesakan Allah dengan perbuatan dari hamba untuk Allah. Dan terakhir Tauhid Asma wa Sifat yaitu mengesakan Allah dengan menyebut nama sifat-sifat-Nya.

Semoga apa-apa yang penulis tulis bermanfaat bagi penulis pribadi dan para kaum muslimin dimana pun berada.

Refrensi:

– https://muslim.or.id

– Syaikh Muhammad Bin  Abdul Aziz As-Sulaiman Al-Qor’awiy, Al-Jadiid Syarh Kitab Tauhid, Jeddah, Maktabah As-Siwariy Littiwazii’

Bagikan Artikel Ini
Pondok
Pondok

Mencetak generasi pejuang media dakwah islam

Articles: 43

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *