Alamat
Jl. Ali bin Abi Thalib No.18, RT.005/RW.004, Karyamulya, Kec. Kesambi, Kota Cirebon, Jawa Barat 4513

Zaman modern ini bisnis sudah memasuki versi Marketing 4.0 Yang dimana pemasaran yang memadukan interaksi online dan offline yang terjadi antara perusahaan dan pelanggan.
1.Pergeseran Kekuatan ke Pelanggan Terhubung
Dari Vertikal, Eksklusif, dan Individual ke Horizontal, Inklusif, dan Sosial
Dari Eksklusif ke Inklusif
- Berubahnya struktur kekuatan dunia dari Hegemoni menjadi struktur kekuatan Multilateral.
- Kekuatan ekonomi tidak lagi terkonsentrasi, tetapi tersebar lebih merata, lebih muda, lebih produktif, dan meningkatnya pendapatan yang menciptakan permintaan yang kuat akan produk dan jasa sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi itu sendiri.
- Manusia menyambut inklusivitas sosial.
- Memberikan peluang kepada perusahaan untuk tumbuh sekaligus menghadirkan ancaman kompetitif yang signifikan.
Dari Vertikal ke Horizontal
- Terciptanya lapangan bisnis yang sepadan bagi perusahaan-perusahaan.
- Aliran inovasi berubah dari vertikal (perusahaan ke pasar) menjadi horizontal (pasar memberikan gagasan kemudian perusahaan yang mengomersialkannya).
- Konsep kepercayaan pelanggan berubah dari vertikal menjadi horizontal.
Dari Individual ke Sosial
- Meningkatnya kepedulian pelanggan terhadap pendapat orang lain dan berbagi pendapat sehingga menciptakan gambaran dari sebuah perusahaan dan merk menurut mereka sendiri.
- Pelanggan lebih mengikuti opini sosial atau trend saat itu daripada mengikuti kebutuhan personal.
2. Paradoks dari Pemasaran ke Pelanggan Terhubung
Interaksi Online vs Interaksi Offline, Pelanggan Terinformasi vs Pelanggan Teralihkan, Advokasi Negatif vs Advokasi Positif
Mematahkan Mitos Konektivitas
- Konektivitas mengurangi secara signifikan biaya interaksi diantara perusahaan, karyawan, mitra saluran, pelanggan, dan pihak lain yang terkait.
- Konektivitas juga mengurangi rintangan ketika akan memasuki pasar baru dan memperpendek kerangka waktu untuk membangun sebuah merk.
- Konektivitas mempercepat dinamika pasar sedemikian rupa sehingga mustahil sebuah perusahaan berdiri sendiri dengan mengandalkan sumber daya internal.
Interaksi Online vs Interkasi Offline
- Kedua interaksi ini akan memberikan pengalaman yang lebih baik terhadap pelanggan jika berjalan secara berdampingan.
- Menjadikan keduanya sebagai pemicu para pelanggan untuk bisa memadukan kedua macam interaksi tersebut agar mendapatkan sebuah pengalaman yang terbaik.
Pelanggan Terinformasi vs Pelanggan Teralihkan
- Sebagian besar pelanggan aktif mencari informasi tentang merk tertentu dan membuat keputusan berdasarkan informasi yang telah didapatnya.
- Dalam membuat keputusan pembelian, pelanggan pada dasarnya terpengaruh oleh 3 faktor: oleh iklan, pendapat teman, dan sikap pribadi berdasarkan pengalaman masa lalu terhadap merk tersebut.
Advokasi Negatif vs Advokasi Positif
- Advokasi atau pembelaan ini dikenal juga sebagai “Kabar dari mulut ke mulut”.
- Dalam konteks konektivitas, advokasi negatif belum tentu menjadi hal yang buruk. Kenyataannya, advokasi negatif lah yang memicu timbulnya advokasi positif terhadap sebuah merk.
- Adanya pecinta dan pembenci dari sebuah merk yang sejatinya saling berhubungan. Singkatnya, kelompok pembenci adalah kejahatan yang diperlukan untuk mengaktivasi kelompok pecinta agar membela merk mereka dari kritik.
3. Subkultur Digital yang Berpengaruh
Pemuda untuk Berbagi Pikiran, Perempuan untuk Berbagi Pasar, dan Warganet untuk Berbagi Hati
Kaum Muda untuk Berbagi Pikiran
- Tujuan pemasar menargetkan kaum pemuda adalah untuk mempengaruhi pikiran mereka pada masa awal kehidupan mereka.
- Peran kaum muda terhadap pasar sangat besar, terutama sebagai pengadopsi dini. Singkatnya mereka tidak khawatir akan produk atau layanan baru yang dianggap terlalu beresiko oleh kaum yang lebih tua.
- Kaum muda adalah Trendsetter, atau pelanggan “zaman now” yang menuntut segala sesuatu harus serba instan.
- Kaum muda adalah Game Changer, atau pengubah permainan. Hal ini karena kaum muda lebih cepat dalam merespon perubahan zaman.
Perempuan untuk Berbagi Pasar
- Perempuan sebagai pengumpul informasi, itu karena perempuan bisa dibilang lebih baik ketimbang lelaki dalam mengumpulkan informasi dari sebuah merk.
- Sifat perempuan inilah yang menjadi keuntungan tersendiri bagi pemasar, karena pada akhirnya para perempuan lah yang akan merangkum informasi dari merk mereka untuk orang lain.
- Perempuan adalah kunci untuk memenangkan pangsa pasar di era ekonomi digital ini.
Warganet untuk Berbagi Hati
- Warganet sebagai orang-orang di seluruh batas geografi yang peduli dan bekerja secara aktif dalam mengembangkan internet untuk keuntungan dunia luas.
- Warganet adalah penghubung sosial, peran mereka untuk mempengaruhi orang lain terkait dengan hasrat mereka untuk saling terhubung dan berkontribusi.
- Mengalirnya informasi ketika warganet berbicara satu sama lain.
- Warganet sebagai penyumbang konten, mulai dari menciptakan sebuah artikel, e-book, permainan, video, dan bahkan film.a
4. Marketing 4.0 di Ekonomi Digital
Bergerak dari Pemasaran Tradisional ke Pemasaran Digital
Marketing 4.0
- Adalah sistem marketing dimana pendekatan pemasaran yang dilakukan dengan menggabungkan interaksi online dan offline antara perusahaan dengan pelanggan.
- Disamping merk harus fleksibel dan adaptif, dalam marketing 4.0 juga harus bersifat substansi. Artinya, karakter autentik atau murni dari sebuah merk itu penting di dunia yang semakin transparan ini karena autentitas adalah aset yang paling berharga.
- Dalam marketing 4.0 juga diperlukan konektivitas mesin ke mesin dan kecerdasan buatan untuk meningkatkan produktivitas pemasaran. Selain itu juga perlu konektivitas manusia ke manusia untuk memperkuat keterlibatan pelanggan.
Dari Segmentasi dan Penargetan ke Konfirmasi Komunitas Pelanggan
- Tujuan dari segmentasi dan penargetan adalah supaya terlaksananya alokasi sumber daya yang efisien dan pemosisian pangsa pasar yang lebih tajam. Keputusan ini diambil secara sepihak oleh pemasar tanpa persetujuan pelanggan yang tentunya berlawanan dengan era ekonomi digital yang dimana pelanggan itu terhubung secara sosial satu dengan yang lainnya dalam jaringan komunitas yang horizontal.
- Dalam komunitas pelanggan, sebuah merk harus ijin terlebih dahulu jika ingin masuk dan terlibat secara aktif ke dalam relasi ini. Kemudian bertindak sebagai teman dengan keinginan tulus untuk membantu.
Dari Pemosisian Merk dan Diferensasi ke Klarifikasi Merk dari Karakter dan Kode
- Merk berfungsi sebagai platform strategi perusahaan karena kegiatan apapun yang dilakukan perusahaan tersebut akan dikaitkan dengan merknya.
- Pemosisian merk yang jelas dan konsisten serta diferensasi yang autentik dapat membentuk ekuitas (hak pemilik atas aset sebuah perusahaan setelah dikurangi dengan jumlah kewajiban) yang kuat.
- Akan tetapi, sekarang yang harus tetap konsisten adalah karakter merk itu sendiri dan kode. Karakter adalah alasan dari keberadaan merk tersebut, kemudian didukung dengan inti merk yang tetap setia pada akarnya agar luarnya bisa fleksibel.
Dari Menjual 4P ke Komersialisasi 4C
- Pada dasarnya ada 4P sebagai alat pemasaran yaitu, product, price, place, dan promotion.
- Dengan 4P diatas, perusahaan mengendalikan sebagian besar keputusan produk dari konsep hingga produksi. Jadi keterlibatan pelanggan hanya sebatas ketersediaan mereka untuk membayar apa yang dihasilkan oleh perusahaan.
- Memasuki era marketing 4.0, pemasaran telah berkembang untuk mengakomodasi lebih banyak partisipan pelanggan dan berubahnya 4P menjadi 4C.
- 4C yaitu, co-creation, currency, communal activation, dan conversation. Dengan 4C ini keterlibatan pelanggan lebih aktif dalam menghasilkan sebuah barang atau merk.
Dari Proses Layanan Pelanggan ke Pelayanan Pelanggan Kolaboratif
- Pada awalnya pelanggan diperlakukan sebagai target, sekalinya mereka memutuskan untuk membeli maka mereka dianggap sebagai raja dalam perspektif layanan pelanggan tradisional, berbeda dengan pelayanan pelanggan kolaboratif.
- Pelayanan pelanggan kolaboratif cara perusahaan memandang pelanggan. Alih-alih melayani pelanggan, perusahaan menunjukkan kepeduliannya kepada pelanggan dengan mendengarkan dan merespon mereka.
- Kolaborasi terjadi ketika perusahaan mengundang pelanggan untuk berpartisipasi dalam prosesnya dengan menggunakan fasilitas layanan sendiri.
- Kolaborasi juga merupakan kunci menuju kesuksesan pelayanan pelanggan.
Memadukan Pemasaran Tradisional dan Digital
- Pemasaran tradisional memainkan peran utama dalam membangun kesadaran dan minat. Saat interaksinya berlanjut dan pelanggan menuntut hubungan yang lebih erat dengan perusahaan, pemasaran digital menjadi penting.
- Peran terpenting dari pemasaran digital adalah mendorong tindakan dan penganjuran karena lebih akuntabel.
- Fokus dari pemasaran tradisional adalah memprakarsai interaksi pelanggan, sedangkan fokus pemasaran digital adalah mendorong tercapainya hasil sementara.
- Esensi marketing 4.0 adalah mengenali peran peralihan dari pemasaran tradisional ke pemasaran digital dalam membangun kerterlibatan pelanggan dan advokasi.
Haikal Vivar
Hanya seorang pemuda yang sedang menekuni hobinya




